Skip to content
GKJ JENAWI

GKJ JENAWI

Nats Alkitab GKJ Jenawi
Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG
    • SEJARAH
    • PEDOMAN GEREJA
    • GKJ JENAWI
    • PEPANTHAN SELOROMO
    • PEPANTHAN JAMBON
    • PEPANTHAN BALONG
    • PEPANTHAN SUMBERSARI
    • KEMAJELISAN
  • KOMISI
    • KOMISI ANAK
    • KOMISI PEMUDA REMAJA
    • KOMISI PEMUDA DEWASA
    • KOMISI ADIYUSWA
    • KOMISI PANGRUKTI LAYA
    • KOMISI DIAKONIA
    • KOMISI IBADAH
    • KOMISI DIGITAL
  • PELAYANAN
    • PERSEKUTUAN WANITA
    • PERSEKUTUAN DOA
    • PEDALAMAN ALKITAB
    • KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
    • ALKITAB SABDA
    • AUDIO SABDA
    • KARAOKE ALKITAB
    • KIDUNG SABDA
  • MATERI
    • PENDALAMAN ALKITAB
    • KHOTBAH
    • RENUNGAN
    • KURIKULUM ANAK
    • KURIKULUM REMAJA
  • SEKRETARIAT
GKJ Jenawi Channel
  • Home
  • Kemerdekaan yang Tidak Disia-siakan

Kemerdekaan yang Tidak Disia-siakan

Tim Renungan GKJ Jenawi 12 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (12)

Nats diambil dari 1 Petrus 2:16 (TB):

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

Kemerdekaan yang Tidak Disia-siakan

Kemerdekaan itu anugerah, bukan hasil sulap. Di desa-desa, kita bisa lihat bagaimana orang-orang menyambut 17 Agustus dengan semangat: anak-anak latihan baris-berbaris, ibu-ibu bikin nasi tumpeng, bapak-bapak pasang umbul-umbul. Tapi di balik semua itu, ada pertanyaan penting: apakah kita sudah benar-benar hidup sebagai orang merdeka, atau kita cuma menikmati kemerdekaan secara jasmani tapi tetap terikat secara rohani?

Ayat dari 1 Petrus ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan untuk disalahgunakan. Di desa, kadang kita lihat orang yang merasa “bebas” tapi justru jadi seenaknya: nggak mau ikut kerja bakti, suka nyinyir di warung kopi, atau malah nyalahin orang lain atas kesulitan hidupnya. Padahal, kemerdekaan sejati itu bukan soal bebas berbuat apa saja, tapi bebas untuk memilih hidup sebagai hamba Allah—yang taat, jujur, dan penuh kasih.

Contohnya begini: di satu desa, ada seorang pemuda yang baru pulang dari kota. Dia merasa lebih pintar, lebih tahu segalanya. Tapi karena merasa “bebas”, dia malah meremehkan adat desa, nggak mau ikut kegiatan gereja, dan hidup seenaknya. Akhirnya, dia dijauhi warga. Kemerdekaan yang nggak disertai tanggung jawab bisa jadi bumerang. Sama seperti kita yang udah dimerdekakan oleh Kristus—kalau kita nggak hidup dalam kasih dan kebenaran, kita bisa jatuh ke dalam dosa lagi.

Kemerdekaan itu harus dijaga. Di desa, kita bisa mulai dari hal-hal kecil: nggak nyebar hoaks, nggak curang waktu lomba, nggak nyindir tetangga yang panennya lebih banyak. Kita juga bisa tunjukkan kemerdekaan rohani lewat pelayanan: bantu tetangga yang sakit, ajak anak-anak sekolah minggu, atau sekadar jadi pendengar yang baik. Itu semua bentuk nyata dari hidup sebagai hamba Allah yang merdeka.

Kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan. Begitu juga kemerdekaan kita dalam Kristus—Yesus udah bayar lunas dengan darah-Nya. Sekarang tugas kita adalah menjaga kemerdekaan itu dengan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Di desa, ini bisa jadi kesaksian yang kuat. Orang-orang bisa lihat bahwa kita bukan cuma bicara soal iman, tapi benar-benar menghidupi iman itu.

Jadi, saat kita nyanyi “Indonesia Raya” dan hormat bendera, mari kita juga hormat kepada Tuhan yang udah memerdekakan kita dari dosa. Jangan sia-siakan kemerdekaan itu dengan hidup seenaknya. Tapi pakailah kemerdekaan itu untuk melayani, mengasihi, dan jadi terang di tengah desa kita. Karena kemerdekaan sejati adalah saat kita bebas untuk taat kepada Tuhan, bukan kepada keinginan diri sendiri.

image_pdfimage_print

About the Author

Tim Renungan GKJ Jenawi

Editor

Visit Website View All Posts
Berbagilah

Post navigation

Previous: Kuatkan dan Teguhkan Hati
Next: Perbaikan Jalan Menuju Pepanthan Jambon

BERITA TERKAIT

Renungan Harian Agustus - (17)

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Tim Renungan GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (16)

Kemerdekaan yang Menumbuhkan Terang

Tim Renungan GKJ Jenawi 16 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (15)

Kasih dan Kesetiaan

Tim Renungan GKJ Jenawi 15 Agustus 2025
Pendeta GKJ Jenawi
Jadwal Ibadah GKJ Jenawi
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
8

KHOTBAH JANGKEP AGUSTUS 2025

Komisi Digital 10 Juli 2025
7

KHOTBAH JANGKEP JULI 2025

Komisi Digital 16 Juni 2025
5

KHOTBAH JANGKEP JUNI 2025

Komisi Digital 10 Mei 2025
5

KHOTBAH JANGKEP MEI 2025

Komisi Digital 24 April 2025
Unduhan Aplikasi Android GKJ Jenawi

Anda jangan melewatkannya

Renungan Harian Agustus - (17)

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Tim Renungan GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB-9

Berjuang Memulihkan Pembebasan

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 17 Agustus 2025
Web Informasi 1350 X 900 (30 x 20 cm) (1)

Dirgahayu Republik Indonesia

Admin GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
PETA LOKASI GKJ JENAWI

PERSEMBAHAN

Persembahan Gereja

BRI

GEREJA KRISTEN JAWA JENAWI

669701026687530

Login Pengguna Komisi Digital
GKJ Jenawi Protection Status
  • BERANDA
  • TENTANG
  • KOMISI
  • PELAYANAN
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
  • MATERI
  • SEKRETARIAT
Copyright © Gereja Kristen Jawa Jenawi | MoreNews by AF themes.