Skip to content
GKJ JENAWI

GKJ JENAWI

Nats Alkitab GKJ Jenawi
Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG
    • SEJARAH
    • PEDOMAN GEREJA
    • GKJ JENAWI
    • PEPANTHAN SELOROMO
    • PEPANTHAN JAMBON
    • PEPANTHAN BALONG
    • PEPANTHAN SUMBERSARI
    • KEMAJELISAN
  • KOMISI
    • KOMISI ANAK
    • KOMISI PEMUDA REMAJA
    • KOMISI PEMUDA DEWASA
    • KOMISI ADIYUSWA
    • KOMISI PANGRUKTI LAYA
    • KOMISI DIAKONIA
    • KOMISI IBADAH
    • KOMISI DIGITAL
  • PELAYANAN
    • PERSEKUTUAN WANITA
    • PERSEKUTUAN DOA
    • PEDALAMAN ALKITAB
    • KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
    • ALKITAB SABDA
    • AUDIO SABDA
    • KARAOKE ALKITAB
    • KIDUNG SABDA
  • MATERI
    • PENDALAMAN ALKITAB
    • KHOTBAH
    • RENUNGAN
    • KURIKULUM ANAK
    • KURIKULUM REMAJA
  • SEKRETARIAT
GKJ Jenawi Channel
  • Home
  • Berjuang Memulihkan Pembebasan

Berjuang Memulihkan Pembebasan

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 17 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB-9

Nats diambil dari Lukas 12:49–56 (TB):
49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”

Tepat di Hari Kemerdekaan, kita merenungkan makna pembebasan sejati. Bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tapi bebas dari belenggu batin, dari ketidakadilan yang diwariskan, dari luka sejarah yang belum sembuh. Yesus berkata bahwa Ia datang bukan membawa damai, tapi pertentangan. Kalimat ini terdengar mengejutkan, apalagi di tengah suasana perayaan kemerdekaan. Tapi kalau kita renungkan lebih dalam, Yesus sedang bicara tentang pembebasan yang tidak selalu nyaman. Api yang Ia bawa adalah api pemurnian, bukan api penghancuran. Dan pemurnian itu seringkali dimulai dari konflik batin, dari keberanian untuk berkata “tidak” pada kompromi dosa, bahkan jika itu membuat hubungan jadi tegang.

Bayangkan seorang anak muda yang memilih hidup jujur di tengah keluarganya yang terbiasa menyiasati pajak atau menyuap. Ia tidak bermaksud memecah belah, tapi integritasnya menantang sistem yang sudah lama mapan. Atau seorang ibu yang mulai bicara tentang kekerasan dalam rumah tangga yang selama ini ditutup-tutupi demi “nama baik keluarga.” Pertentangan itu menyakitkan, tapi kadang itulah jalan menuju pemulihan. Yesus tahu bahwa pembebasan sejati tidak datang lewat kenyamanan, tapi lewat keberanian. Ia sendiri harus menjalani baptisan penderitaan sebelum api itu menyala. Dan kita pun dipanggil untuk ikut dalam perjuangan itu.

Kemerdekaan bukan hanya soal bendera dan lagu kebangsaan, tapi soal keberanian kolektif untuk memperjuangkan keadilan. Bangsa yang berintegritas adalah bangsa yang tidak melupakan luka sejarah, tetapi berjuang untuk menyembuhkannya. Kita tidak bisa bicara pembebasan kalau kita masih menutup mata terhadap ketimpangan sosial, korupsi, atau diskriminasi. Kita tidak bisa bicara pemulihan kalau kita masih takut menghadapi konflik yang perlu dihadapi. Yesus mengajak kita untuk menilai zaman, bukan sekadar cuaca. Kita diajak untuk peka terhadap tanda-tanda zaman: ketidakadilan yang makin terang-terangan, polarisasi yang makin tajam, dan generasi muda yang makin gelisah mencari arah.

Ilustrasinya bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru di desa yang tetap mengajar dengan semangat meski gajinya kecil dan fasilitas minim. Ia tahu bahwa pendidikan adalah bentuk pembebasan. Atau seorang pemuda gereja yang mulai bicara tentang pentingnya transparansi dana pelayanan, meski itu membuat beberapa orang tidak nyaman. Mereka adalah agen pemulihan. Mereka tidak menunggu keadaan ideal, tapi mulai dari keberanian kecil. Dan itulah yang Yesus maksud dengan api yang menyala—bukan api amarah, tapi api keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.

Renungan ini mengajak kita untuk menjadi agen pemulihan—dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Kita tidak dipanggil untuk jadi penonton sejarah, tapi pelaku pemulihan. Kita bisa mulai dari hal sederhana: berdamai dengan masa lalu, berani bicara jujur, dan membangun relasi yang sehat. Kita bisa jadi pembawa api pemurnian itu, bukan untuk membakar, tapi untuk menerangi. Karena pembebasan sejati bukan soal bebas dari tekanan, tapi bebas untuk hidup dalam kebenaran. Dan bangsa yang berani memulihkan adalah bangsa yang layak disebut merdeka.

image_pdfimage_print

About the Author

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th.

Editor

Visit Website View All Posts
Berbagilah

Post navigation

Previous: KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025
Next: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

BERITA TERKAIT

PENDALAMAN ALKITAB-8

Iman Mengalahkan Kecemasan

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 10 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB-7

Membangun Peradaban yang Kaya di Hadapan Allah

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 3 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB 6

Gembala yang Mendoakan Kawanan-Nya

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 4 Juni 2025
Pendeta GKJ Jenawi
Jadwal Ibadah GKJ Jenawi
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
8

KHOTBAH JANGKEP AGUSTUS 2025

Komisi Digital 10 Juli 2025
7

KHOTBAH JANGKEP JULI 2025

Komisi Digital 16 Juni 2025
5

KHOTBAH JANGKEP JUNI 2025

Komisi Digital 10 Mei 2025
5

KHOTBAH JANGKEP MEI 2025

Komisi Digital 24 April 2025
Unduhan Aplikasi Android GKJ Jenawi

Anda jangan melewatkannya

Renungan Harian Agustus - (17)

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Tim Renungan GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB-9

Berjuang Memulihkan Pembebasan

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 17 Agustus 2025
Web Informasi 1350 X 900 (30 x 20 cm) (1)

Dirgahayu Republik Indonesia

Admin GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
PETA LOKASI GKJ JENAWI

PERSEMBAHAN

Persembahan Gereja

BRI

GEREJA KRISTEN JAWA JENAWI

669701026687530

Login Pengguna Komisi Digital
GKJ Jenawi Protection Status
  • BERANDA
  • TENTANG
  • KOMISI
  • PELAYANAN
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
  • MATERI
  • SEKRETARIAT
Copyright © Gereja Kristen Jawa Jenawi | MoreNews by AF themes.