Skip to content
GKJ JENAWI

GKJ JENAWI

Nats Alkitab GKJ Jenawi
Primary Menu
  • BERANDA
  • TENTANG
    • SEJARAH
    • PEDOMAN GEREJA
    • GKJ JENAWI
    • PEPANTHAN SELOROMO
    • PEPANTHAN JAMBON
    • PEPANTHAN BALONG
    • PEPANTHAN SUMBERSARI
    • KEMAJELISAN
  • KOMISI
    • KOMISI ANAK
    • KOMISI PEMUDA REMAJA
    • KOMISI PEMUDA DEWASA
    • KOMISI ADIYUSWA
    • KOMISI PANGRUKTI LAYA
    • KOMISI DIAKONIA
    • KOMISI IBADAH
    • KOMISI DIGITAL
  • PELAYANAN
    • PERSEKUTUAN WANITA
    • PERSEKUTUAN DOA
    • PEDALAMAN ALKITAB
    • KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
    • ALKITAB SABDA
    • AUDIO SABDA
    • KARAOKE ALKITAB
    • KIDUNG SABDA
  • MATERI
    • PENDALAMAN ALKITAB
    • KHOTBAH
    • RENUNGAN
    • KURIKULUM ANAK
    • KURIKULUM REMAJA
  • SEKRETARIAT
GKJ Jenawi Channel
  • Home
  • Panggilan untuk Merdeka

Panggilan untuk Merdeka

Tim Renungan GKJ Jenawi 9 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (9)

Nats diambil dari Galatia 5:13 (TB):

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

PANGGILAN UNTUK MERDEKA

Di desa, kemerdekaan sering dirayakan dengan semangat gotong royong. Warga berkumpul untuk bersih-bersih lingkungan, menghias gapura, dan mengadakan lomba-lomba sederhana. Tapi di balik euforia itu, ada pertanyaan penting: setelah merdeka, kita mau hidup seperti apa? Ayat dari Galatia ini mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan untuk hidup semaunya, tapi untuk melayani satu sama lain dengan kasih.

Kemerdekaan sejati bukan cuma soal bebas dari penjajahan, tapi bebas dari egoisme, iri hati, dan sikap acuh tak acuh. Di desa, kita bisa lihat banyak contoh: ada yang setelah diberi kepercayaan malah jadi sombong, ada yang merasa merdeka tapi justru menjauh dari pelayanan gereja. Padahal, kemerdekaan yang Kristus berikan adalah panggilan untuk hidup dalam kasih, bukan dalam kesenangan pribadi.

Contohnya, seorang ibu di desa yang tiap pagi bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan bagi anak-anak sekolah minggu. Ia tak digaji, tak dipuji, tapi ia melayani dengan sukacita. Atau seorang pemuda yang rela mengajar anak-anak membaca Alkitab di rumahnya, walau rumahnya sederhana dan tak punya banyak fasilitas. Mereka adalah contoh nyata dari orang-orang yang menggunakan kemerdekaan untuk melayani.

Kemerdekaan yang tidak disertai kasih akan jadi bumerang. Kita bisa bebas bicara, tapi kalau tanpa kasih, kata-kata kita bisa melukai. Kita bisa bebas memilih, tapi kalau tanpa kasih, pilihan kita bisa merugikan orang lain. Di desa, ini bisa terjadi saat ada konflik antar warga, rebutan tanah, atau perselisihan dalam panitia gereja. Kemerdekaan harus diimbangi dengan kerendahan hati dan semangat melayani.

Saat kita merayakan 17 Agustus, mari kita renungkan: apakah kita sudah menggunakan kemerdekaan kita untuk hal yang benar? Apakah kita sudah jadi berkat bagi tetangga, bagi gereja, bagi lingkungan? Jangan sampai kita merdeka secara lahiriah, tapi terikat oleh dosa dan ego. Kristus memanggil kita untuk merdeka, tapi juga untuk melayani.

Di desa, pelayanan bisa dilakukan lewat hal-hal kecil: membantu tetangga yang sakit, ikut kerja bakti, menyapa dengan ramah, atau sekadar mendengarkan curhat orang yang kesepian. Semua itu adalah bentuk pelayanan yang lahir dari kemerdekaan yang benar. Karena kemerdekaan dalam Kristus bukan soal status, tapi soal sikap hati.

Jadi, mari kita rayakan kemerdekaan dengan semangat melayani. Bukan cuma dengan bendera dan lagu-lagu perjuangan, tapi dengan tindakan nyata yang menunjukkan kasih Kristus. Karena bangsa yang besar bukan cuma yang merdeka, tapi yang saling melayani dengan tulus. Dan desa yang kuat bukan cuma yang punya gapura indah, tapi yang warganya hidup dalam kasih dan pelayanan.

image_pdfimage_print

About the Author

Tim Renungan GKJ Jenawi

Editor

Visit Website View All Posts
Berbagilah

Post navigation

Previous: Tuhan telah Urapi Aku
Next: Iman Mengalahkan Kecemasan

BERITA TERKAIT

Renungan Harian Agustus - (17)

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Tim Renungan GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (16)

Kemerdekaan yang Menumbuhkan Terang

Tim Renungan GKJ Jenawi 16 Agustus 2025
Renungan Harian Agustus - (15)

Kasih dan Kesetiaan

Tim Renungan GKJ Jenawi 15 Agustus 2025
Pendeta GKJ Jenawi
Jadwal Ibadah GKJ Jenawi
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
8

KHOTBAH JANGKEP AGUSTUS 2025

Komisi Digital 10 Juli 2025
7

KHOTBAH JANGKEP JULI 2025

Komisi Digital 16 Juni 2025
5

KHOTBAH JANGKEP JUNI 2025

Komisi Digital 10 Mei 2025
5

KHOTBAH JANGKEP MEI 2025

Komisi Digital 24 April 2025
Unduhan Aplikasi Android GKJ Jenawi

Anda jangan melewatkannya

Renungan Harian Agustus - (17)

Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Tim Renungan GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
PENDALAMAN ALKITAB-9

Berjuang Memulihkan Pembebasan

Pdt. Emanuel Suseno Aji, S.Th. 17 Agustus 2025
Web Informasi 1350 X 900 (30 x 20 cm) (1)

Dirgahayu Republik Indonesia

Admin GKJ Jenawi 17 Agustus 2025
9

KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2025

Komisi Digital 16 Agustus 2025
PETA LOKASI GKJ JENAWI

PERSEMBAHAN

Persembahan Gereja

BRI

GEREJA KRISTEN JAWA JENAWI

669701026687530

Login Pengguna Komisi Digital
GKJ Jenawi Protection Status
  • BERANDA
  • TENTANG
  • KOMISI
  • PELAYANAN
  • FORMULIR
  • APLIKASI SABDA
  • MATERI
  • SEKRETARIAT
Copyright © Gereja Kristen Jawa Jenawi | MoreNews by AF themes.