Kemerdekaan yang Menumbuhkan Terang

Renungan Harian Agustus - (16)

Nats diambil dari Yesaya 45:8 (TB):

“Hai langit, teteskanlah dari atas, dan biarlah awan mencurahkan keadilan! Biarlah bumi terbuka, supaya tumbuh keselamatan, dan keadilan pun hendaknya tumbuh bersama-sama; Aku, TUHAN, telah menciptakannya.”

KEMERDEKAAN YANG MENUMBUHKAN TERANG

Kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tapi soal bagaimana kita menumbuhkan terang di tengah kehidupan yang gelap. Di desa, kita tahu bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan panjang. Tapi setelah merdeka, tantangannya justru lebih besar: bagaimana membangun kehidupan yang adil, damai, dan penuh harapan. Firman Tuhan dalam Yesaya ini memberi gambaran indah: langit meneteskan keadilan, bumi membuka diri untuk keselamatan, dan semuanya tumbuh bersama karena Tuhan yang menciptakan.

Di desa, kita bisa lihat bagaimana keadilan dan keselamatan itu kadang terasa jauh. Ada warga yang belum punya akses air bersih, anak-anak yang putus sekolah, atau petani yang hasil panennya nggak dihargai. Tapi ayat ini mengajak kita untuk percaya bahwa Tuhan sedang bekerja. Dia meneteskan keadilan dari atas, dan kita dipanggil untuk membuka hati agar keselamatan bisa tumbuh. Kemerdekaan sejati adalah saat kita ikut ambil bagian dalam karya Tuhan—menjadi terang di tengah gelapnya tantangan hidup.

Ilustrasinya begini: di satu desa, ada seorang guru yang rela mengajar anak-anak tanpa dibayar. Dia tahu bahwa pendidikan adalah kunci kemerdekaan. Meski hidupnya sederhana, dia tetap setia. Dan lewat kesetiaannya, banyak anak desa bisa melanjutkan sekolah dan punya masa depan. Guru itu adalah contoh nyata dari orang yang membuka bumi agar keselamatan bisa tumbuh. Dia nggak cuma bicara soal kemerdekaan, tapi benar-benar menumbuhkan terang.

Kemerdekaan Indonesia diraih dengan darah dan air mata. Tapi kemerdekaan itu harus terus dijaga dengan keadilan dan keselamatan. Di desa, kita bisa mulai dari hal-hal kecil: bantu tetangga yang kesusahan, jujur dalam usaha, dan rajin ikut ibadah. Kalau kita hidup dalam kasih dan keadilan, maka terang Tuhan akan tumbuh di tengah desa kita. Kita akan jadi bangsa yang bukan cuma merdeka secara politik, tapi juga merdeka secara rohani dan sosial.

Jadi, saat kita pasang bendera merah putih dan nyanyi “Indonesia Raya,” mari kita juga pasang tekad untuk menumbuhkan terang. Karena kemerdekaan sejati bukan cuma soal bebas, tapi soal membangun kehidupan yang penuh kasih, keadilan, dan keselamatan. Di desa kita, mari jadi pelaku terang, supaya kemerdekaan yang kita rayakan benar-benar terasa sampai ke akar rumput.